You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
5 Hutan Kota Diproyeksi Jadi Kantong Air
photo Doc - Beritajakarta.id

5 Hutan Kota Diproyeksi Jadi Kantong Air

Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Selatan bertekad untuk menjadikan wilayahnya kota resapan air. Apalagi di wilayah ini terdapat 16 hutan kota.

Untuk pemeliharaan hutan kota dijaga Pekerja Harian Lepas (PHL) dan Polisi Hutan (Polhut)

Menurut Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Kristrisasi, dari 16 hutan kota, pihaknya hanya memfokuskan lima hutan kota yang dijadikan kantong air. Kelima hutan itu masing-masing berlokasi di Srengseng Sawah, Cipedak, Jalan Kahfi, Pondok Labu, dan Pesanggrahan.

"Untuk pemeliharaan hutan kota dijaga Pekerja Harian Lepas (PHL) dan Polisi Hutan (Polhut)," kata Kristrisasi, Senin (21/9).

Hutan Kota UKI dan Cawang Disiram Secara Manual

Kristrisasi mengatakan, pemeliharaan antara lain meliputi, pemangkasan, pemupukan dan penambahan jenis pohon. Ia menambahkan, keanekaragaman tanaman mempengaruhi mikro iklim wilayah.

"Setiap pohon mempunyai fungsinya, ada yang penyerapannya banyak jadi kombinasinya lebih banyak," ujar Kristrisasi.

Lebih lanjut, Kristrisasi menambahkan, keneradaan hutan kota sebagai konservasi alam dan tidak memanjakan tanaman.

"Dengan banyaknya tumbuhan akan menyerap air lebih banyak dan menjadi kantong air," tandas Kristrisasi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6941 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5688 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3757 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2139 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1907 personAnita Karyati